Oleh: Murdi yanto | 7 Desember 2009

WISATA RAWA JOMBOR

rawa jombor, klaten, wisata kuliner

Wisata Rawa Jombor

Objek wisata Rawa Jombor punya banyak makna bagi banyak kepentingan. Bagi Pemerintah Kabupaten Klaten misalnya, rawa yang luasnya 190 hektar ini bermakna ladang untuk menuai Pendapatan Asli Daerah (PAD). Bagi para pecinta wisata kuliner, warung apung bisa jadi salah satu area perburuan yang dijamin bisa memuskan selera nafsu, lidah dan perut. Terlebih bagi masyarakat sekitar, Rawa Jombor adalah sumber penghidupan, penampung air raksasa yang mengairi sawah-sawah mereka, tempat pembudidayaan benih-benih ikan, penyalur hobi mancing yang menggila, tempat memadu kasih banyak pasangan; resmi atau ilegal, bau kencur atau bau tanah, sejenis atau lain jenis, orang atau bukan(loh?!), dan masih banyak lagi. Khusus bagi pengamat burung, Rawa Jombor jadi salah satu spot untuk mengamati beraneka jenis burung air, baik penetap maupun migran. Meskipun terletak di Klaten, Jawa Tengah, tapi daya tariknya membuat bird watcher Jogja rela menempuh jarak lebih dari 40 km untuk mendatangi area itu.
Rawa yang sebenarnya danau semi buatan pada zaman Belanda itu luasnya hampir mencapai 12,7 kilometer persegi. Pemandangan indah perbukitan kapur yang menghijau di sekeliling rawa menjadi daya tarik mengagumkan. Dari Kota Klaten, jarak ke Rawa Jombor kurang lebih 8 kilometer ke arah selatan. Tepatnya di Desa Krakitan, Kecamatan Bayat, Klaten.

Disini ada sekitar 22 warung apung dengan menawarkan berbagai macam fasilitas mulai dari organ tunggal, ayunan, bebek obel dll. Kami memilih warung apung yang paling ramai dan ternyata warung apung pertama kali yang didirikan di sini. Menunya sih pastinya berbagai macam ikan.

Selain rowo jombor , objek wisata  yang bisa dikunjungi lainnya disekitar sini adalah Sendang Bulus Jimbung.  Sendang yang didiami  bulus ini berada tepat dibawah pohon besar rimbun.  Tapi sayang waktu kami kesini tak satupun bulus yang terlihat.

Menurut cerita, Sendang Bulus Jimbung dihuni Kyai dan Nyai Poleng, yang pada waktu itu Kyai Poleng dan Nyai Poleng adalah abdi dari Dewi Mahdi yang kemudian disabda menjadi bulus lalu Pangeran jimbung menancapkan tongkatnya dan terjadilah sendang yang namanya Sendang Bulus Jimbung. Karena tempat berdiamnya bulus Kyai Poleng dan Nyai Poleng, menurut cerita barang siapa datang ke Sendang Bulus Jimbung untuk meminta kekayaan, bila permohonannya terkabul badannya akan menjadi Poleng seperti Bulus Jimbung.

Kategori